Rabu, 30 Januari 2019

INJEKSI

A. Pengertian
 
            Injeksi adalah sediaan steril berupa larutan, emulsi atau suspensi atau serbuk yang harus dilarutkan atau disuspensikan lebih dahulu sebelum digunakan, yang disuntikkan dengan cara merobek jaringan ke dalam kulit atau melalui kulit atau selaput lendir.


B. Macam-Macam Cara Penyuntikan

 
1. Injeksi intrakutan ( i.k / i.c ) atau intradermal
        Dimasukkan ke dalam kulit yang sebenarnya, digunakan untuk diagnosa. Volume yang    

     disuntikkan antara 0,1 - 0,2 ml, berupa larutan atau suspensi dalam air
 
2. Injeksi subkutan ( s.k / s.c ) atau hipodermik

       Disuntikkan ke dalam jaringan di bawah kulit ke dalam alveolar, volume yang disuntikkan tidak 

    lebih dari 1 ml.

3. Injeksi intramuskuler ( i.m )

        Disuntikkan ke dalam atau diantara lapisan jaringan / otot.Volume penyuntikan antra 4 - 20 ml. 


4. Injeksi intravenus ( i.v )
        Disuntikkan langsung ke dalam pembuluh darah vena. Bentuknya berupa larutan, volume antara 

     1 - 10 ml. Injeksi intravenus yang diberikan dalam dosis tunggal dengan volume lebih dari 10ml,   
     Infusi harus bebas pirogen dan tidak boleh mengandung bakterisida, jernih, isotonis.
       * Injeksi i.v dengan volume 15 ml atau lebih tidak boleh mengandung bakterisida
       * Injeksi  i.v  dengan  volume  10  ml   atau  lebih  harus  bebas  pirogen.


5. Injeksi intraarterium ( i.a )
       Disuntikkan ke dalam pembuluh darah arteri / perifer / tepi, volume antara 1 - 10 ml, tidak boleh 

    mengandung bakterisida.

6. Injeksi intrakor / intrakardial ( i.kd )

       Disuntikkan langsung ke dalam otot jantung atau ventriculus, tidak boleh mengandung 

     bakterisida, disuntikkan hanya dalam keadaan gawat.

7. Injeksi intratekal (i.t), intraspinal, intrasisternal (i.s), intradural ( i.d ), subaraknoid.
       Disuntikkan langsung ke dalam saluran sumsum tulang belakang.


8. Intraartikulus
      Disuntikkan ke dalam cairan sendi di dalam rongga sendi. Bentuk suspensi / larutan dalam air.


9. Injeksi subkonjuntiva
        Disuntikkan ke dalam selaput lendir di bawah mata. Berupa suspensi / larutan

      tidak lebih dari 1 ml.

10. Injeksi intrabursa
          Disuntikkan ke dalam bursa subcromillis atau bursa olecranon dalam bentuk larutan suspensi   

       dalam air.

11. Injeksi intraperitoneal ( i.p )
         Disuntikkan langsung ke dalam rongga perut. Penyerapan cepat ; bahaya infeksi besar

12. Injeksi peridural ( p.d ), extradural, epidural
          Disuntikkan ke dalam ruang epidural, terletak diatas 2 meter lapisan penutup terluar dari otak 

     dan sumsum tulang belakang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KAPSUL

A. Pengertian Kapsul           Kapsul adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. Can...